LAPANGAN MUSAPRA, KAMIS, 15 JANUARI 2026 – Suasana Lapangan Musapra pagi itu tak sekadar diwarnai langkah lari cepat, tetapi juga teriakan lantang murid-murid yang selesai menjawab pertanyaan tentang Isra’ Mi’raj dengan cepat. Sebanyak enam kelompok peserta pada sesi satu dan dua, yang beranggotakan lima orang, terjun dalam “Buraq Challenge”, sebuah fun game yang sarat makna.
“Berlari secepat kilat, menjawab dengan tepat,” menjadi motto yang diimplementasikan secara nyata. Berlari secepat kilat ibarat kendaraan Buriq yang dipakai Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan misi Isra’ Mi’raj. Setiap kelompok diberikan pertanyaan mendalam seputar peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, mulai dari rincian perjalanan, nama-nama penting, hingga tafsir spiritualnya. Bukan hanya mengandalkan hafalan, strategi tim menjadi kunci.
Proses permainannya unik dan menantang. Begitu pertanyaan dibacakan, satu per satu anggota tim harus berlari menuju pos “pencarian jawaban” di seberang lapangan. Di sana, mereka harus memilih di antara beberapa opsi jawaban yang tersedia. Jika yakin, jawaban harus dibawa kembali ke garis start untuk diverifikasi. Proses ini berlanjut hingga lima pertanyaan.
“Ini adalah permainan yang menyenangkan dan sangat mengedukasi,” ujar koordinator kegiatan, Wigih Nur Santoso, selaku guru ISMUBA.
Filosofi permainan tersebut adalah kecepatan lari merupakan simbol dari semangat dan ketangkasan bertindak. Ketepatan jawaban adalah simbol dari kedalaman pemahaman agama yang harus terus diverifikasi. Dan semua dilakukan berjamaah, karena ilmu dan amal kebaikan butuh sinergi tim.
Kegiatan yang digelar ini berhasil menciptakan dinamika yang seru. Terlihat ada peserta yang hampir terjatuh karena tergesa, namun ada juga yang berdebat singkat memastikan pilihan jawaban sebelum berlari. Skor akhir ditentukan dari kombinasi akurasi jawaban dan kecepatan waktu penyelesaian, menekankan bahwa keduanya harus seimbang.
“Anak-anak jadi paham, mencapai tujuan mulia seperti dalam Isra’ Mi’raj butuh persiapan fisik, mental, dan ilmu yang matang. Tidak bisa asal cepat, juga tidak bisa lamban,” kata Annisa Siwi, selaku guru ISMUBA yang menjadi penghitung skor pada permainan tersebut.
Buraq Challenge terbukti bukan sekadar perlombaan biasa. Ia adalah metafora gerak yang cerdas, mengajak generasi muda untuk tidak hanya aktif secara fisik, tetapi juga gesit dan tepat dalam mengisi pikiran dengan ilmu keagamaan, tentu saja, dengan semangat kebersamaan.