
Prambanan – Bulan suci Ramadhan tinggal menghitung hari. Mengenang kedatangannya, suasana di SMP Muhammadiyah 1 Prambanan terasa istimewa kala itu. Para siswa, guru, dan karyawan menggelar acara Tarhib Ramadhan pada Jumat, 13 Februari 2026. Mengusung tema “Menyambut Ramadhan dan Pembinaan Akhlak Mulia dalam Kehidupan”, kegiatan ini menjadi ajang untuk bermuhasabah atau refleksi diri.
“Mari kita luruskan niat dan persiapkan diri sebaik mungkin untuk meraih berkah Ramadhan,” ujar Ibu Daswati Rofiatun Sahifah, S.T., M.Pd., Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Prambanan, dalam sambutannya.
Acara Tarhib ini juga menjadi momen pengumuman program spesial Ramadhan yang akan diikuti oleh seluruh siswa. Ketua panitia menjelaskan bahwa kegiatan selama bulan suci nanti akan dibagi berdasarkan jenjang kelas. Untuk siswa kelas 7, akan ada kegiatan Taruna Melati yang diselenggarakan oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Sementara itu, siswa kelas 8 akan mengisi malam hari dengan kegiatan Malam Bina Takwa dan Bintang Leadership (Mabit). Adapun untuk siswa kelas 9, kegiatan akan difokuskan pada Pesantren Kilat (Sanlat). Semua kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan keimanan dan membentuk akhlak mulia selama bulan Ramadhan. Puncaknya, seluruh warga sekolah akan memperingati Nuzulul Qur’an dengan melaksanakan khataman Al-Qur’an bersama.
Suasana Tarhib Ramadhan semakin semarak dengan kehadiran pendakwah kondang, Ustadz Wuntat Wawan Sembada, S.Ag. Dengan gaya khasnya yang lucu tetapi mengena, beliau menyampaikan materi tentang sholat, puasa, dan mengaji sebagai bekal di akhirat. Para siswa dibuat terhibur dengan aksi panggung Ustadz Wuntat, mulai dari menirukan suara angin, kereta, hingga tangisan bayi.
Momen yang paling menarik perhatian adalah ketika Ustadz Wuntat menjelaskan bagaimana Malaikat Izrail mencabut nyawa. Dengan menarik taplak meja dan memakainya di kepala, ia mengubah ekspresi wajah dan suaranya menjadi seram. Aksi tersebut sontak membuat para siswa tertawa, namun pesan tentang pentingnya taat kepada Allah tetap tersampaikan dengan baik.
Sebagai penutup acara yang meriah, panitia mengumumkan para juara lomba cerdas cermat “Buraq Calence” yang membahas tentang peristiwa Isra’ Mi’raj. Setelah melalui persaingan ketat, gelar juara 1 berhasil diraih oleh kelas 8D, disusul oleh kelas 7A sebagai juara 2, kelas 8C sebagai juara 3, dan kelas 7E sebagai juara 4. Pengumuman ini disambut dengan sorak sorai gembira, menandai semangat siswa dalam menyongsong Ramadhan yang makin berkah.
Kemudian, puncak dari seluruh rangkaian kegiatan Ramadhan nanti adalah peringatan Nuzulul Qur’an yang dilaksanakan dengan penuh khidmat di lapangan sekolah pada siang hari. Seluruh siswa, guru, dan karyawan akan berkumpul membentuk shaf, duduk bersila di atas alas yang telah disediakan. Di bawah teriknya mentari siang yang menemani, lantunan ayat suci bergema silih berganti dari setiap peserta yang mengikuti khataman Al-Qur’an secara bersama-sama. Suasana semakin terasa istimewa ketika ratusan suara bersatu dalam irama yang sama, menciptakan harmoni spiritual di tengah lapangan terbuka. Meskipun cuaca cukup terik, semangat kebersamaan dan kekhusyukan tetap terpancar dari wajah para peserta. Momen ini menjadi puncak spiritual yang mengharukan, di mana kebersamaan dan keberkahan Ramadhan terasa begitu nyata, sekaligus menjadi simbol bahwa Al-Qur’an harus terus dijaga, dibaca, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.